Oleh: muda99 | 22/05/2010

Manajemen waktu atau manajemen diri?

Seringkali kita mendapat begitu banyak amanah, sehingga bingung mana yang harus di selesaikan terlebih dahulu. Kadang malah tak ada yang diselesaikan sama sekali?
Bagi yang masih duduk di bangku sekolah atau kuliah, tugas dari guru atau dosen seolah tak ada habisnya. Selalu datang dan datang lagi. Belum lagi urusan organisasi, yang juga menuntut profesionalisme untuk segera diselesaikan. Yang terjadi kadang waktu kuliah masih mengerjakan tugas untuk mata kuliah lain (hayo?) atau malah meninggalkan kuliah alias membolos demi kepentingan organisasi?ehm,,
Yang sudah bekerja pun kadang tak lepas dari keadaan ini. Menumpuknya kerjaan ditambah tatapan tajam si bos kadang menjadi kejenuhan tersendiri menghadapi rutinitas. Huft,.. kalau sudah begini, kinerja otak cenderung menurun kinerjanya. Beberapa kadang bisa diselesaikan, beberapa lainya terabaikan. Jarang sekali bisa dikerjakan semua dengan hasil maksimal.


Sebenarnya, apa yang salah?
Apakah waktu yang ada tak cukup untuk kita menyelesaikan semuanya? Toh setiap manusia dibelahan bumi manapun ia berada mendapat kesempatan yang sama setiap harinya. Tak kurang dan tak lebih dari 24 jam. Tapi mengapa ada sebagian yang lain dapat menyelesaikan amanahnya dengan sempurna? Apakah karena perbedaan kemampuan? Ya, kemampuan setiap orang memang tak sama, tapi amanah yang dibebankan kan tak pernah melebihi kadar kesanggupannya?
Ya, pati ada yang salah jika demikian adanya.
Apakah kita kurang pandai membagi waktu? Hmm,, rasanya sudah maksimal juga kita membagi dan berusaha konsisten??
Menurut seorang ustadz, manajemen waktu memang tak kan cukup berarti jika tanpa manajemen diri yang baik pula. Bagaimana manajemen diri itu?
Sobat muda muslim yang disayang Allah,
Keimanan kita yang kan menuntun kita melakukanya dengan baik dan benar.
Keyakinan bahwa tiada tuhan, tiada sesembahan, tiada keagungan, tiada kemuliaan, tiada yang berarti di dunia ini, dan tiada tang pantas kita anggap mulia kecuali Allah semata telah membawa konsekwensi untuk seluruh kehidupan kita.
Urusan tugas, kerjaan, bahkan segala macam kesulitan yang kita hadapi di dunia ini pada hakikatnya adalah untuk mengembalikan kita pada ke-Maha-Esa-an-Nya. Tentu semua berjalan dengan ketetapan Allah atas diri kita. Karena tak ada sesuatupun terjadi di dunia ini tanpa seizinNya.
Jika hal ini sudah menjadi keyakinan dalam diri kita, berarti setiap usaha kita menyelesaikan setiap masalah, tugas, kesulitan dalam setiap perjalanan hidup kita pada akhirnya adalah menuju ridha Allah semata. Bukan karena yang lainya. Bukan sekedar mengharap tatapan ramah si bos atau nilai yang tinggi dari sang dosen. Bukan sekedar itu. Tapi kita mengharap ridha Allah atas setiap usaha kita. Maka kita akan berusaha menyelaraskan usaha kita dengan aturan-aturanNya. Dan berusaha memaksimalkan hasilnya. Maka dalam ujian akhir sekolah tak perlu ada acara contek-mencontek dalam menyelesaikan soal-soal. Tak perlu ada suap menyuap di dunia kerja. Tak perlu menyelesaikan tugas mata kuliah lain saat mendapati dosen yang lengah….
manajemen diri, adalah dengan menyadari sepenuhnya kehambaan kita di hadapan Allah, dan memaksimalkan segala usaha hanya untuk Allah semata.
Karena kita sepenuhnya sadar, ada Allah yang selalu mengawasi setiap gerak-gerik kita. Cukup maksimalkan saja apa yang kita bisa, lalu biarakan semua mengalir apa adanya.
Karena hidup laksana air yang mengalir. Ia kan terus mengalir tanpa peduli apapun. Seperti halnya waktu yang terus bergulir tanpa pernah kita bisa menghentikanya walau sedetik.
Insya Allah denga usah akita yang maksimal dan disertai do’a, pendekatan kita kepada Allah melalui qiyamul lail, dhuha, tadarrus, akan membawa kita pada segala yang terbaik dalam hidup kita. Tak perlu lagi risau dengan beratnya beban hidup. Karena semua ada kadarnya, dan Allah tak pernah melampaui kemampuan hambaNya dalam membuat ketetapan.
Wallahu a’lamu bi as shawab…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: