Oleh: muda99 | 08/05/2010

Teroris, siapakah mereka??

Belum lama, kita sering dengar berita ledakan disuatu tempat, dengan sekian jumlah korban meninggal dan luka-luka yang mengerikan.

Tentu masih hangat dalam ingatan kita, bagaimana hebohnya pengeboman tempat-tempat maksiat hingga menyeret pelakunya ke depan para sniper handal.

Lalu di belahan bumi yang lain, tak sedikit dari mereka yang memberitakan banyaknya aksi bom bunuh diri. Mereka yang mengatasnamakan diri berjihad.

Lalu berita-berita tentang perkembangan organisasi “teroris” kelas internasional, yang juga sering mendapat sorotan pers. Siapakah mereka sebenarnya?

Orang-orang banyak menyebut mereka teroris. Aku tak peduli. Bahkan sama sekali tak ingin peduli, siapa sebenarnya mereka.

Aku, lebih suka memperhatikan sepak terjang para penguasa, yang seenaknya membuat undang-undang, menerapkan peraturan, kemudian berpidato menyerukan bahwa mereka mengutamakan kepentingan rakyat. Tapi pada faktanya, rakyat mereka buat lebih menderita dengan peraturan-peraturan itu. Siapakah sebenarnya yang mereka pentingkan?

Jika benar rakyat, pasti kesejahteraan sudah lama terwujud. Karena jika dihitung, sumberdaya negeri ini, jauh lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduknya. Kemana saja hasilnya selama ini?

Aku lebih tertarik pada fakta di daerah konflik, dari sumber-sumber yang terpercaya, bahwa sebenarnya para “pengaku penegak perdamaian” itu selalu kalah dengan para mujahid yang henya menggunakan senjata-senjata sederhana. Apa yang membuat mereka bertahan??

Aku lebih bisa menerima fakta bahwa dunia saat ini sedang berlangsung perang pemikiran. Mereka, yaitu para penguasa yang jauh dari tuhannya, takut akan kekuatan ummat islam. Maka mereka melancarkan serangan untuk mematahkan kekuatan islam, melalui pemikiran. Karena jelas, melawan dengan fisik membuat mereka kuwalahan. Para mujahid tak mengenal kata kalah. Yang ada bagi mereka hanya pilihan untuk hidup di dunia dengan menjunjung mulianya islam, atau syahid dengan meraih surga. Keduanya adalah pilihan bagi pemenang.

Sedangkan mereka, meski senjata lengkap dengan segala bentuk body protectornya terpasang rapi, mereka tak pernah punya nyali, karena manisnya rasa iman kepada Allah tak pernah mereka cicipi.

Mereka takut jika ummat islam bangkit dengan ajaran yang diajarkan oleh seorang Nabi suci, pembawa risalah Illahi, hampir 15 abad yang lalu.
Bagi mereka, ummat islam adalah ancaman bagi eksistensi kekuasaan mereka didunia ini. Maka tak perlu heran, mereka akan kerahkan segala cara menghancurkan ummat islam.

Lewat teknologi, mereka ciptakan alat-alat canggih untuk gambar-gambar porno. Mereka ciptakan jaringan untuk mengenalkan rusaknya budaya mereka. Selanjutnya mereka berharap manusia menganggapnya biasa.
Usaha mereka tak percuma, ummat ini semakin jauh dari ajaranNya.

Berapa banyak anak-anak muslim yang masih diajari mengeja huruf-huruf hijaiyyah dirumahnya? Lalu dapat membaca kitabNya dengan sempurna pada usia 5 tahun?

Berapa banyak remaja muslim yang masih aktif belajar menghafal kitabNya? Dan belajar memahami isi kandungan ayat-ayatNya?
Berapa banyak generasi muslim yang mengenal imam-imam mereka? Bahkan rupanya kini para bintang panggung lebih banyak dijadikan pujaan.

Berapa banyak generasi muslim yang menyadari dan mau memperjuangkan kemuliaan agamaNya?

Ya, hanya sebagian….kecil!!

Mereka, para penyembah dunia itu berhasil menyimpangkan generasi muslim dari jalan agamaNya.

Mereka berhasil membunuh para wanita muslimah dan anak-anak kecil tak berdosa di daerah konflik, tanpa banyak pers memberitakanya.

Mereka begitu gigih menghinakan kehormatan ummat islam, dengan menjerumuskan pemudanya ke kubangan maksiat. Lalu mereka bahagian jika para pemuda (juga pemudi) ini terlena gemerlap dunia.

Siapa sebenarnya yang pantas di sebut TERORIS??
Tulisan ini, hanya jeritan yang sayup terdengar diantara desingan semangat mereka menghancurkan islam.

Akankah kita, wahai generasi muslim….hanya bisa TERDIAM menanti strategi mereka berikutnya??

Betapa hina diri kita, jika membiarkan mereka tetap merajalela. Sementara ajaran kita lebih pantas kita jaga kemuliaanya??

Para mujahid itu tak pantas disebut TERORIS!!!!

Merekalah, perampas hak-hak kaum muslimin, yang layak disebut TERORIS!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: