Oleh: muda99 | 25/04/2010

Jangan Bersedih, Allah Bersama Kita

Hidup di dunia ini dengan mendapatkan masalah, adalah hal yang lumrah dalam hidup. Yup, ketika harapan atau keinginan kita tidak sama dengan kenyataan maka itulah masalah. Itulah keadilan Allah, dengan memberikan masalah kepada siapapun. Yang berbeda hanyalah bagaimana penyikapan kita terhadap masalah tersebut. Ada yang menjadi sosok sentimentil, cuek, atau pasrah terhadap apa yang menimpanya. Senyum manis

Setiap orang punya masa dimana, apa yang kita harapkan tidak sesuai. Padahal kita sudah berusaha semampu kita dan yakin bahwa semuanya akan berjalan sesuai dengan rencana. Ketika kita merasakan apa yang kita impikan tidak terwujud, atau masalah yang pelik menimpa, kesedihan, kekurangan, kesulitan atau bahkan kekecewaan karena sesuatu atau orang lain, kita akan merasakan sedih, sakit, marah jengkel, atau semua ekspresi dari penyikapan kita. Namun toh, semuanya telah berlalu dan senyum mentari masih ada untuk kita. Yiiihaaaa!

Tidakkah kita ingat firman Allah SWT :
“Allah tidak akan menguji hamba-Nya di luar batas kemampuannya”

yakinlah selagi masalah itu diberikan kepada kita, itu berarti kita bisa melewatinya dan menghadapinya.seberat apapun. Karena Allah pencipta kita, tahu seberapa kuat kita, seberapa mampu kita dan tahu yang terbaik untuk kita. Boleh jadi apa yang menurut kita baik, belum tentu itu baik bagi diri kita.janagn hanya selalu menggunakan kacamata kita tanpa mau melihat sisi lain yang mungkin secara kasat mata tidak nampak oleh kita. Tinggal bagaimana kita menyikapinya dengan dengan muhasabahi diri dan mencari hikmah apa di balik semuanya. Senyum manis

Dan ingatlah “sesungguhnya segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah seizin Allah SWT, biarpun dedaunan yang jatuh dari tangkainya, itu semua adalah seizin Allah”. Jadi jangan khawatir, jangan resah, tidak ada satupun yang terjadi di dunia ini tanpa ridha dari Allah SWT. Serumit apapun, sepahit apapun atau sepedih dan sesakit apapun orang lain mengecewakan kita, itu semua adalah izin Allah. Semua adalah takdir dari Allah, tapi bukan berarti kita akan menjadi insan yang selalu pasrah terhadap segala sesuatu tanpa ada usaha, Azzam yang kuat serta Do’a yang selalu mengiringi. Jangan kita menjadi insan yang justru menyalahkan diri sendiri atau bahkan menyalahkan sang pencipta Azza wa jalla dengan persangkaan-persangkaan. Terkadang yang keluar di fikiran kita, kenapa harus saya? Kenapa harus begini?, seandainya dulu aku seperti ini itu dan berbagai ungkapan lain yang hanya akan memperumit sendiri rute pejalan hidup kita. Sedih deh

Bukankah Allah itu, mengikuti persangkaan hamba-Nya?
“Aku mengikuti persangkaan hamba-Ku”

Jangan sampai jalan hidup kita, kita perparah sendiri dengan persangkaan-persangkaan buruk kita terhadap diri kita sendiri dan kepada Allah. Sedih boleh saja, tapi berlarut-larut dalam kesedihan itu, hanya akan merugikan diri kita sendiri. Masih banyak hal yang harus kita lakukan, masih banyak amanah yang belum kita laksanakan, masih banyak yang tersenyum untuk kita, masih banyak cinta dan kasih sayang kita abaikan selama ini, mungkin dari orang tua kita, saudara, keluarga atau teman yang selama ini tidak kita pedulikan. Padahal di sanalah tempat kita bisa berbagi dan bercerita. Mari kita menebar kedamaian dan kasih sayang kepada semua orang dengan bingkai ukhuwah karena Allah semata. Apapun itu yang terjadi sama kita, maka sikapilah dengan sewajarnya, gunakan hati dan fikiran kita untuk berfikir jernih. Ada Allah yang selalu melihat dan menatap kita dengan berjuta kasih sayang. You are never Alone.

Laa Tahzan
Don’t cry, because Allah beside with you.
Jangan menunggu kebahagiaan untuk dapat tersenyum, tapi tersenyumlah agar bahagia


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: