Oleh: muda99 | 23/04/2010

ikhlas..sudahkah kita??

Ikhlas

Ialah  aktifitas hati. Sebuah kerelaan untuk menerima suatu keadaan.

Betapapun usaha kita melakukan sesuatu dengan sepenuh tenaga, bersimpah darah, peluh, lelah tenaga dan fikiran, jika tanpa disertai rasa ikhlas, niat melakukanya hanya karena Allah semata, maka ia hanya aktifitas yang percuma. Karena pada dasarnya setiap aktifitas yang dilakukan tanpa niat karena Allah adalah termasuk amalan yang terputus dari rahmat Allah.

Melakukan shalat kalau hanya ingin di puji, menafkahkan harta jika hanya ingin disebut dermawan, bersolek hanya ingin disebut cantik, semua tak bernilai jika tak didasarkan pada niat karena Allah semata. Ciri orang ikhlas hanya satu, ia memusatkan setiap usahanya hanya untuk meraih ridha Allah saja. Baginya, cukup Allah saja. Tak perlu ia perhatikan omelan tetangga atau masamnya muka manusia disekitarnya. Karena orang ikhlas tak perlu memaniskan lidah untuk membuat orang terpesona. Bahkan tanpanya, orang kan memperhatikan dengan sepenuh hati. Karena ucapanya hanya untuk menyampaikan kebenaran dari Allah, sikapnya menyiratkan kepribadian sesuai yang Allah mau darinya. Ia tahu konsekwensi dari setiap ucapan dan perbuatanya, akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah. Ia sadar betul bahwa setiap perbuatanya baik yang dzahir dan yang batin akan mendapat balasan dari Allah. Ia hanya ingin memenuhi kemauan Allah atas dirinya. Orang yang ikhlas akan tercermin dari sikap dan ucapanya. Lewat sikap dan ucap lisanya, Allah sampaikan pada setiap hati untuk ikut menerima kehadiranya. Meski sederhana.

Apa yang dirasakan oleh mereka yang berhasil mencapai derajat ikhlas?

Adalah ketenangan hati, nikmat tak berhingga. Nyaman tanpa batas ruang dan waktu. Karena ia terbebas dari penantian untuk mendapatkan pujian, penghargaan, atau imbalan. Orang yang ikhlas tau betul, betapa penentian itu kan menyiksanya, apalagi jika ia tak mendapat apa yang diharapkan sebelumnya. Hamba yang ikhlas tak mengharap apapun dari siapapun. Karena baginya nikmat bukanlah ketika mendapatkan, tapi dari apa yang bisa ia berikan.

Hamba yang ikhlas selalu memiliki kekuatan tak tebatas, ia menguasai energy untuk teru memancarkan keikhlasanya. Ia berbuat dan mengulas lisan tanpa rekayasa. Karena kematangan imanya.Maka tak perlu heran, jika tanpa ikhlas, manusia akan banyak merasa kecewa dari kehidupan ini. Banyak tersinggung dan kehilangan karena ia terlalu banyak berharap.

Maka biasakanlah jika sudah berbuat maksimal, mengucapkan kata-kata yang baik, atau berbuat baik untuk orang lai, segera lupakan perbuatan-perbuatan itu. Jangan pula disebut-sebut lagi, atau di ingat-ingat, nanti malah berkurang pahalanya. Cukup serahkan kepada Allah atas kebaikan yag terjadi karenanya. Tapi jika melakukan kesalahan, apalagi jika sampai menyakiti orang lain, segerakanlah memperbaiki hubungan itu kembali, karena tak kan baik terlalu lama membiarkan orang kecewa atas sikap atau ucap kita.

Dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut :

Tatkala Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptkana gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?”

Allah menjawab, “Ada, yaitu besi” (Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi).

Para malaikat pun kembali bertanya, “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?”

Allah yang Mahasuci menjawab, “Ada, yaitu api” (Besi, bahkan baja bisa menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara api).

Bertanya kembali para malaikat, “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?”

Allah yang Mahaagung menjawab, “Ada, yaitu air” (Api membara sedahsyat apapun, niscaya akan padam jika disiram oleh air).

“Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?” Kembali bertanya para malaikta.

Allah yang Mahatinggi dan Mahasempurna menjawab, “Ada, yaitu angin” (Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).

Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, “Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?”

Allah yang Mahagagah dan Mahadahsyat kehebatan-Nya menjawab, “Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya.”

Artinya, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.

Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah, tetapi tetap dalam kondisi ikhlas. Karena naluri dasar kita sebenarnya selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dan sebagainya. Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan. Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan.


Responses

  1. ikhlas itu susah susah gampang y ?

    • hmm…begitulah, ukhti ana..
      yang sulit bukan berarti tak bisa diaplikasikan
      dan yang gampang, bukan berarti kita berhak menyepelekan..
      ^^
      keep spirit ya ukh, moga Allah selalu membimbing kita agar termasuk orang-orang yang ikhlas kepada setiap ketentuan terbaikNya untuk kita..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: