Oleh: muda99 | 20/04/2010

Menjadi Muslim, Sungguh Bahagia

Rasulullah saw bersabda,”Berbahagialah orang yang mendapat petunjuk masuk Islam, berkecukupan kehidupannya dan ia merasa puas” (HR. Tirmidzi dari Abu Muhammad Fadhalah bin ‘Ubaid al Anshari) juga sabda Rasulullah,”Sungguh beruntung orang yang telah Islam, rezekinya cukup dan Allah memberikan kepuasan terhadap apa yang telah dikaruniakan-Nya” (HR. Muslim dari Abdullah bin Amr bin al-Ash).

Menjadi muslim itu sungguh membahagiakan karena berarti kita berada pada jalan lurus dan benar, untuk meraih kebaikan didunia dan diakherat. “Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (QS. Al Fatihah : 6-7). Inilah Islam, “Sesungguhnya agama yang diridhai disisi Allah hanyalah Islam…………..(QS. Ali Imran:19). Dan Allah telah menegaskan “Siapa yang memilih selain Islam sebagai agama, maka ia tidak akan diterima oleh Allah dan kelak diakherat ia adalah orang yang rugi”.

Berikut ini sekelumit pengakuan dari orang-orang yang merasakan nikmat dan bahagia setelah menjadi Muslim, Murad Wilfred Hoffman, mualaf dari Jerman menuturkan kisahnya menjadi Muslim,”Aku mengucap dua kalimat syahadat di Islamic center Colombia,”Tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah pesuruh Allah”, sejak saat itu aku telah menjadi seorang Muslim berarti aku telah mencapai tujuanku…..orang-orang yang telah mendapat petunjuk Islam, akan tampak menikmati perasaan mendapat petunjuk menuju jalan lurus, tenang dan nyaman. Oleh karena itu, diri mereka tampak seirama dengan lingkungan mereka. Selanjutnya, seseorang dapat merasakan nikmat yang diberikan Islam, jika orang tersebut menyerahkan dirinya secara total kepada Allah”.


Ada satu kata yang dapat dipakai menjelaskan suasana batin pertemuan Murad W. Hoffman dengan Islam. Kata itu adalah Bahagia. Ya, seperti sabda Rasulullah,”Berbahagialah orang yang mendapat petunjuk masuk Islam….”(HR. Tirmidzi). Apa yang dirasakan Muhammad Ali setelah menjadi seorang Muslim?Muh. Ali, sang petinju legendaries dunia terkenal dan akan terus dikenang sepanjang masa, meskipun kemudian ia menderita penyakit Parkinson, akibat dari luka karena pertarungan dan terus menerus kena pukulan dikepalanya, akan tetapi tentang kondisinya ini ia berkata,”Aku telah mendapatkan hidup yang baik sebelumnya dan sekarang. Aku tidak membutuhkan simpati dan belas kasihan, aku hanya ingin menerima kehendak Allah”. Menurutnya tidak ada idola didalam Islam dan itu mungkin karena ia telah dijadikan idola bagi berjuta-juta manusia. Ali berkata,”Allah merendahkan aku untuk mengingatkanku bahwa pada kenyataannya tidak seorang pun yang lebih hebat dari Allah…menguasai dunia tidak membawaku kepada kebahagiaan yang sejati. Kebahagiaan sejati hanya didapatkan dengan menyembah Allah”. Ya, “berbahagilah orang yang mendapat petunjuk masuk Islam…..”demikianlah yang dirasakan oleh Muh. Ali. Coba renungkan ucapannya sekali lagi,”menguasai dunia tidak membawaku kepada kebahagiaan yang sejati. Kebahagiaan sejati hanya didapatkan dengan menyembah Allah”. Begitu pun sepenggal pengalaman batin Cat Steven (Yusuf Islam), penyanyi pop dunia berkebangsaan Inggris, tentang Al Qu’ran dan Islam ia berkata, “Apa yang mengesankanku ketika pertama kali aku membaca Al Qu’ran adalah keabadian pesannya. Kata-katanya seperti asing. Aku tidak dapat menemukan pengarangnya, namun tidak seperti kitab manapun yang pernah kubaca. Kata-kata Al Qu’ran sederhana dan jelas…..ketika aku membaca Al Qu’ran, aku merasa seolah-olah  dia dibuat untukku……dari Al Qur’an aku mendapatkan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ku selama ini. Siapa aku? Apa tujuan hidup ini?…….Allah. dialah yang memeliharaku. Aku ingin berjuang untuk menegakkan Islam di Inggris semampuku dengan cara apapun”. Begitu juga dengan Irene Handono dan masih banyak lagi yang lainnya.

Kalau mereka yang kita sebut mualaf itu, orang-orang yang sebelumnya bukan muslim lalu memeluk Islam, begitu bahagia dengan Islam, merasakan kenikmatan setelah menjadi Muslim, maka bagaimana dengan kita yang terlahir dari nenek moyang kita yang juga Islam? Kita seharusnya lebih bangga dan bahagia menjadi Muslim. Karena, memang menjadi Muslim itu sungguh bahagia. Selain pengalaman dari para mualaf tadi, banyak juga pengalaman seorang Muslim yang tidak bangga pada Islam tapi setelah ia menyadarinya ia menjadi front terdepan  dalam dakwah, katakanalah misalnya Harri Roesli, dia seorang penyanyi legendaries Indonesia yang terkenal, tapi dia meninggalkan keglamorannya karena ia telah memahami Islam, dan sekarang ia menjadi Da’i kondang, begitu juga Jefri al Bhukari, mantan seorang artis yang hidupnya berfoya-foya, mabuk-mabukan, tapi sekarang menjadi pendakwah yang populer dikalangan remaja,  tidak ketinggalan dengan Ineke Koesherawati, mantan model yang berlenggak-lenggok dengan tatapan pria-pria, bahkan ia pernah memainkan film-film panas, sampai-sampai dikatakan bom sex, tapi sekarang jangan katakan ia seperti itu karena ia sekarang merupakan muslimah pejuang Islam. Kemarin waktu penolakan majalah play boy, ia termasuk dalam barisan terdepan dan setuju untuk memerangi porno aksi dan porno grafi, ya, itulah orang-orang yang merasakan indahnya Islam, jadi “Berbahagialah orang yang mendapat petunjuk masuk Islam”(HR. Tirmidzi).


Responses

  1. terima kasih sudah berbagi ilmu, ijinkan saya menyuntingnya…
    http://www.pakode.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: