Oleh: muda99 | 18/04/2010

Apakah Pendidikan di Perguruan Tinggi itu Penting ?

Kebanyakan orang memandang pendidikan di perguruan tinggi itu sangat penting sekali. Bahkan, ada pula orang yang merasa bahwa tingkat pengetahuan dan pemikirannya rendah bila tidak mengenyam, atau tidak melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Pandangan seperti ini, tentu saja mengandung banyak ketidakadilan. Paling tidak, pandangan tersebut sudah mengesampingkan perlunya melihat realitas manusia dan kemungkinan-kemungkinan yang bisa dilakukan. Bahkan, pandangan tersebut sudah terbukti banyak bertolak belakang dengan kondisi masyarakat, kebangkitan dan perkembangan zaman kita saat ini. Pasalnya, perlu dicatat bahwa negara-negara maju sudah meninggalkan pandangan yang sempit tersebut sejak lama. Di Jepang misalnya, jumlah pelajar yang masuk ke perguruan tinggi hanya mencapai 30% dari seluruh lulusan SMA pada tiap tahunnya. Adapun sisanya, kebanyakan langsung memasuki dunia kerja atau melanjutkan studi ke lembaga-lembaga pendidikan kejuruan atau keahlian tertentu.

Demikian pula di Amerika Serikat. Tercatat , setiap tahunnya hanya sekitar 20% dari jumlah lulusan SMA yang melanjutkan studinya kejenjang perguruan tinggi (universitas). Sedangkan yang lain, kebanyakan melanjutkan belajarnya kelembaga-lembaga pendidikan non universitas dan ada pula yang langsung memasuki dunia kerja. Bahkan, 50% penduduk AS saat ini adalah hanya lulus dari SMA dan ada pula yang tidak sampai menamatkannya.(makalah DR. Faisal al-Masyari, Direktur Pusat Riset dan Pengembangan Pendidikan Perguruan Tinggi Saudi. Lihat majalah al-Usrah, edisi 108).

Lebih menakjubkan lagi, fenomena tersebut terjadi dihampir seluruh negeri-negeri lain yang lebih maju dari negara kita dalam berbagai bidang. Maka dari itu, kita masih sangat membutuhkan kesadaran yang lebih maju untuk membangkitkan diri kita dan masyarakat kita. Lebih-lebih untuk menghilangkan pandangan yang sinis terhadap pendidikan diluar perguruan tinggi. (ini bukan berarti membatasi diri dari ilmu. Pasalnya, ilmu seseorang tidak bisa diukur dari ijazahnya).

Singkat kata, tidak semua orang harus mengenyam pendidikan perguruan tinggi dan terutama, adalah mereka yang kondisi ekonominya tidak memungkinkan untuk masuk perguruan tinggi. Namun, realitas grafik dunia kerja Negara Saudi justru menunjukkan adanya ketimpangan dan ketidakseimbangan yang cukup mencolok. Pada grafik tersebut, terlihat adanya luapan kelompok tenaga kerja dari lulusan perguruan tinggi dan minim sekali tenaga kerja yang berasal dari sekolah-sekolah kejuruan, kurus-kursus keahlian, dan pendidikan-pendidikan ketrampilan khusus.

Betapa pun, realitas dan fenomena diatas perlu dipertimbangkan. Artinya, dalam memilih pendidikan, seseorang hendaknya melirik dan mengarahkannya untuk mengisi bidang-bidang tertentu yang kini masih belum banyak yang diminati oleh masyarakat. Pasalnya, kesempatan dan kebutuhan tenaga kerja didalamnya tentu saja akan sangat luas dan terbuka lebar.

Selain slogan “Perguruan tinggi, atau akan menganggur dirumah?” perlu dikikis. Sebab, sangat tidak benar bila hidup ini tak akan bahagia dan sejahtera tanpa ijazah perguruan tinggi. Buktinya, berapa banyak orang sukses yang justru berawal dari keberaniannya meninggalkan bangku kuliahnya atau statusnya sebagai pegawai negeri untuk terjun kedunia usaha dan bisnis? Bahkan, pemasukan atau income mereka bisa dikatakan melebihi penghasilan atau gaji yang mereka peroleh dengan mengandalkan kesarjanaan dan ijazah mereka. Lebih dari itu, harta mereka pun tidak hanya bermanfaat dan bisa dirasakan oleh diri mereka dan keluarganya saja, tetapi juga meluas kepada agama dan umatnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: