Oleh: muda99 | 15/04/2010

Pelajaran dari sebuah kisah kehidupan

Selasa pagi itu senyum indah menyapa dari bibirnya ketika saya mau berangkat kerja,tak terbesit sesuatu pun dibenakku, hanya sebuah senyuman berbalas yang ku lakukan, seorang nenek yang tua  yang duduk disebuah kursi  kesehariannya.

Pukul 8 malam hari waktu pulang dari kantor betapa kagetnya ketika mendapati nenek tersebut dalam keadaan sakaratul maut, ia sudah tidak sadarkan diri, keluarga disekitarnya pada membaca al quran disamping nenek itu dan talqin pun dilakukan seorang ustad yang datang waktu itu, sampai pukul 10 malam, akhirnya nenek tersebut pun sadar dari komanya dari pukul 6 an sore. Meskipun begitu masih tampak kesedihan dan ketakutan diwajah anak-anaknya. Akhirnya pagi hari rabu kemarin pun saya melihat nenek masih sadar meskipun tidak seperti hari biasanya. Saya pun berkeyakinan bahwa nenek akan baik-baik saja dan segera sembuh. Seperti biasanya pukul 8 malam saya sampai dirumah, melihat rumah nenek yang sepi tidak seperti biasanya, hati ini bertanya-tanya, ucapan pertanyaan pun terlontar kepada seorang teman, betapa kagetnya mendengar jawaban teman, nenek dilarikan kerumah sakit dari pukul 12 siang. Akhirnya hanya doa yang keluar dari mulut ini agar nenek pun cepat sembuh. Malam itu pun saya lalui seperti biasa, sampai dengan pukul 21.00 malam saya mendengar ada berita dari teman tadi bahwa nenek sudah tiada dan sedang perjalanan dari rumah sakit kerumah kediaman. Hati pun terkaget mendengar cerita teman, sebuah kalimat pun terlontar dari bibir ini “Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun”. Dan pagi hari ini, tanggal 15 april 2010 nenek itu akan dimakamkan.

Ini adalah sebuah kisah nyata yang menjadi pelajaran yang sangat bermanfaat bagi kita terutama saya, hidup, mati, rejeki dan jodoh semuanya ada yang mengatur. Kita tidak tahu kapan diri ini akan meninggal, entah hari ini, esok, lusa, minggu ini, bulan ini, tahun ini atau entah kapan. Sesuatu yang pasti adalah kita pasti meninggal dan kematian akan selalu mengejar-ngejar kita. Kita tidak akan bisa berlari atau pun bersembunyi dimana pun berada. Bukan hanya itu, bahwa keadaan kita saat ini pun tidak menjamin bahwa saat mati kita masih lama. Bukan berarti saudara-saudara kita yang berperang di Irak, Afganisthan atau lainnya akan meninggal lebih cepat dari kita, belum tentu seperti itu, sebab banyak kisah orang tidak sakit kenapa-napa bisa meninggal, bahkan mungkin kita pernah mendengar orang yang lagi tidur dan sebelumnya sehat-sehat saja, dia bisa meninggal. Artinya sebuah kematian tidak bisa ditebak, entah dimana dan kapan waktunya.

“Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati, dan Kami menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan sebagai satu fitnah (ujian), dan hanya kepada Kami lah kalian akan dikembalikan.” (Al-Anbiya`: 35)

“Di mana saja kalian berada, kematian pasti akan mendapati kalian, walaupun kalian berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (An-Nisa`: 78)

Yang bisa dilakukan sekarang ini adalah selalu mengingat mati sehingga kita bisa menyiapkan diri sebaik-baiknya dari sekarang juga. Sehingga pada suatu hari nanti kita tidak menyesal dengan semuanya.

Rasulullah SAW bersabda: “orang yang pandai adalah orang yang mempersiapkan dirinya dan beramal untuk setelah mati. orang yang lemah adalah orang yang mengikutkan dirinya pada hawa nafsunya kemudian dia berangan-angan pada Allah”. (HR. Ibnu Majah)

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah ini. Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan, petunjuk dan rahmat-Nya.

Akhir kata saya minta doa teman-teman agar bersedia meluangkan sedikit waktunya untuk mendoakan nenek tadi.

Selamat Jalan Ibunda dari banun, selamat jalan nenek, semoga segala amal baikmu diterima Allah swt dan segala doamu diampuni Allah swt, sehingga engkau tenang disisiNya. Amin….

Selamat jalan nenek ibunda dari banun, maafkan diri ini jika ada salah yang tidak sengaja selama ini.

Wallahu a’lam,,…..


Responses

  1. semoga Allah mengampuni dosa-dosa nenek tsb dan di tempatkan di sisi Allah yang Mulia. amiin..membaca tulisan ini ana jd teringat kembali pengalaman ana. karena ana juga di taqdirkan oleh Allah sempat mendampingi nenek ana di saat sakaratul maut sampai menghembuskan nafas terakhirnya.. mhn doanya jg dari sesama mu’min utk nenek ana. syukron wa jazaa kumulloh khoyr..

    • amin…. ia qt juga ikut doain… smoga nenek ukhti ditrima disisi Allah SWT dan kelak akan berkumpul di SyurgaNya… amin…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: